my 17th birthday Yay!
ulang tahun ke 17 biasanya identik sama perayaan besar-besaran sama temen-temen SMA. have fun, hang out, parties, at least makan siang bareng. tapi perayaan 17 tahun saya beda dong.

pertama, I’m not a high school student anymore. saya sekarang uda mahasiswi. mahasiswi Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro. how cool is that? saya uda bukan anak SMA yang centil dan heboh (oke, kalo hebohnya mungkin masih, tapi kalo centil enggak lah yaa
) yang kalap bikin party gede-gedean pas sweet 17. saya bahkan ga yakin ulang tahun saya dirayain J. but I’m fine with that. saya sudah kuliah, sudah memasuki dunia baru.
kedua, well, ini bulan Ramadhan. kan ga mungkin makan siang bareng… hahahah *pelitbinngeles*
okay. as I said before, I’m a college student now. saya sudah bukan lagi di masa remaja SMA, tapi di remaja kuliah. in a world of college life. a world that gives a lot but demands a lot too. I’m given freedom, but I’m demanded for responsibility upon my freedom. I’m given wide range of friendship, but I’m demanded for carefulness of selecting them. I’m given a lot of chances to shine here, but I’m demanded to gain them all, to take every single possibility I can. I’m given long time to break, but demanded to have no sleep when I’m on duty *sigh*.
no whining, Icha! you chose architecture. you love architecture. not being able to sleep is just one little sacrifice for what you’ve always wanted! be strong, be blessed! be good! amin!
saya merasa masih terlalu banyak yang harus diperbaiki dalam diri saya. banyaaakk banget I’m not gonna be able to write them down. tapi yang paling jelas harus ditambah adalah: disiplin diri dan rasa bersyukur.
college life is a no game. saya ga bisa lagi mengandalkan jadwal yang dibuat orang lain untuk saya. saya harus membuat jadwal sendiri, dan yang paling penting, mematuhinya. saya harus berhasil. saya harus bisa membuat Papa akhirnya sadar, bahwa Fakultas Kedokteran is just not THAT good. oh iya, saya juga harus diet. haha!
saya harus lebih banyak bersyukur. mensyukuri masuknya saya ke Teknik Arsitektur. many people wanted to, but they couldn’t. saya harus berjuang keras dalam mensyukuri ini, menggantikan teman-teman yang belum beruntung. demi diri saya sendiri, demi orang tua saya. saya harus belajar bersyukur bahwa handphone T700 itu sudah bagus sekaliiiii buat seorang anak yang orang tuanya ‘cuma’ PNS. kenapa ‘cuma’? ya karena banyak anak-anak lain seusia saya yang orang tuanya nggak punya pekerjaan dengan gaji tetap per bulan walau harus pakai baju seragam yang norak. haha. saya ga boleh lagi pengen hapenya temen-temen saya. udah ga musim iri sama hape temen. iri-irian gitu cuma buat anak SMA. college girl envies no one! saya juga ga boleh minta ganti motor, atau pindah kos-kosan yang lebih oke. banyak anak yang pengen ngekos karena rumahnya jauh, tapi ga bisa karena biayanya mahal. I’m a hella lucky girl. alhamdulillahirabbil’alamin.
terimakasih, untuk mama papa yang uda membesarkan saya.. *sambil nangis-nangis* kepada mas pacar yang mendukung dan mencintai saya.. *masih nangis* kepada temen-temen arsitektur yang menemani saya dalam suka dan duka.. kepada semua orang yang peduli sama saya.. terimakasih semua! I love you
