“thanks for the day. I’m happy…”
“yeah. me too.”
“…”
“so, are you going home now, or?”
“oh, yeah, I’m going home.”
“okay.”
huh?
“I don’t like this.”
“Naah. Me neither.”
“How did this happen, again?”
err…
tawa adalah jalan lapang menuju hati.
entah dimana aku pernah mendengar kata-kata itu. aku tidak pernah mempercayainya, tapi pertemuanku denganmu memaksaku untuk percaya. aku bukan orang yang mudah bergaul, apalagi dengan lawan jenis. orang sering mengeluhkan ketidakpekaan dan ketidakacuhanku. tapi kamu, mahasiswa baru di kampus, menarik atensiku sedemikian rupa, memesonanya dengan suara tawamu dan menerbangkannya dengan senyum malu-malumu. sial. aku benci mendadak jadi penuh kata-kata gombal yang biasanya sangat kubenci. sial. aku romantis hari ini. aku romantis sejak bertemu denganmu. sial.
sial!